Bab 2 Pembahasan Karya Tulis

Ditulis oleh: Contoh Karya Tulis -
Advertisement
Inti dari sebuah karya tulis adalah pada Bab 2 Pembahasan Karya Tulis, bagian ini merupakan hasil dari analisa yang dilakukan oleh penulis. Pembuatan atau penulisan bab II tersebut tentu harus sesuai dengan tema yang sudah dipilih. Selain itu penulisannya juga harus berpedoman pada kaidah penulisan karya tulis yang ada. Jika penelitiannya dilakukan dengan baik maka penulisannya tidak akan sulit namun jika kita tidak benar dalam melakukan penelitiannya maka penulisan bagian ini pasti tidak akan mudah.

Banyak diantara kita yang melakukan kesalahan fatal dalam menyusun bagian ini dimana biasanya banyak penulis yang hanya melakukan copy paste dari materi yang di dapat. Hal ini tentu tidak akan sesuai dengan tujuan akhir dari pembuatan karya tulis tersebut. Karya tulis adalah bentuk uraian dari hasil penelitian atau analisa yang dilakukan oleh seorang peneliti, sebab itulah kalau kita hanya melakukan copy paste tentu tidak akan sesuai dengan tujuannya.

Supaya tidak terjebak dengan kesalahan seperti itu tentu kita harus melakukan penelitian dengan benar dan menulis hasil penelitian tersebut dalam bentuk makalah yang baik dan sesuai panduan yang diberikan. Kalau banyak yang mengatakan sulit sebenarnya tidak juga, tinggal bagaimana kita menyampaikan berbagai informasi sesuai dengan penelitian yang dilakukan. Jadi tidak ada alasan bagi kita untuk tidak bisa membuat sendiri Bab 2 Pembahasan Karya Tulis tersebut.

Contoh Urutan Penulisan Bab Pembahasan

Urutan pembahasan pada bagian ini tentunya akan sesuai dengan judul karya tulis yang dipilih. Bisa dimulai dari pembahasan yang paling depan sampai mengenai berbagai hal pokok lainnya. Sampai saat ini saya sendiri belum pernah melihat atau menemui berbagai aturan khusus berkaitan dengan masalah urutan pembahasan tersebut. Yang ada hanyalah tata cara penulisannya saja.

Meski demikian, dalam menyusun bagian pembahasan ini hendaknya kita memperhatikan pola pembahasan yang sesuai khususnya yang berkaitan dengan penomoran pada judul, sub judul dan sub-sub judul. Secara berurutan, penulisan tersebut akan berawal dengan nomor bab yaitu romawi dua. Dalam urutan dan tata penulisan judul pembahasan tersebut bisa dilihat pada contoh bab 2 pembahasan berikut ini.

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Identitas Pengajaran Membaca                
      2.1.1 Macam Dan Prinsip Pengajaran Membaca                       
      2.1.2 Pembinaan Pengajaran Membaca             
2.2 Manfaat Dan Penerapan Prosedur Klose             
2.3 Metode Dan Teknik Pembelajaran Keterampilan Membaca                    

2.4 Evaluasi Pembelajaran Keterampilan Membaca              

Yang di atas adalah contoh sederhana tata penulisan dalam pembahasan sebuah karya ilmiah. Bisa dilihat, penulisan judul akan disesuaikan dengan bab yang ada di mulai dari nomor 2.1. Jika pada pembahasan 2.1 ada lagi sub judul maka penulisan yang benar adalah berurutan mulai dari 2.1.1, 2.1.2 dan seterusnya. 

Pada sub pembahasan lainnya juga berlaku sistem yang sama dimana pembahasan tersebut akan diberi nomor secara berurutan seperti pada contoh di atas. Dari sistem penomoran tersebut akan terlihat jelas sekali bagian-bagian pembahasan yang ada. Biasanya, yang umum kita jumpai, dalam penulisan biasanya akan ditampilkan dua judul saja yaitu pembahasan dan sub pembahasannya. 

Cara Menyusun Bab 2 Pembahasan

Penulisan atau pembahasan haruslah didasarkan pada hasil kajian atau penelitian yang telah dilakukan, jadi bab pembahasan ini merupakan kata-kata atau uraian yang kita berikan untuk materi yang telah ditentukan. Dalam penulisan makalah misalnya, bab 2 ini akan memuat uraian detail mengenai berbagai materi yang sudah dipilih. Bagian ini secara sederhana dapat dikatakan sebagai tempat bagi penulis untuk menjelaskan berbagai materi yang sebelumnya telah dia pelajari dalam penelitian.

Pada karya tulis lain seperti yang disusun mahasiswa, bagian pembahasan ini biasanya terletak pada bab ketiga setelah landasan teori. Untuk bagian ini kita akan benar-benar menjelaskan semua hal dengan kalimat kita sendiri. Baik atau tidaknya pembahasan ini akan sangat tergantung pada tingkat pemahaman penyusun terhadap materi yang di bahas.

Agar bisa menyusun bab ini dengan baik seorang penulis sebaiknya benar-benar bekerja sesuai aturan, dalam hal ini bisa memperhatikan beberapa hal berikut:

1. Hindari plagiat
2. Susun pembahasan dengan bahasa baku yang baik
3. Utamakan struktur kalimat yang sederhana, jelas dan tidak bertele-tele
4. Perhatikan penulisan, kata, kalimat dan paragraf haruslah sesuai kaidah bahasa Indonesia

Cara terbaik untuk mengembangkan kemampuan dalam penyusunan bagian ini adalah dengan belajar dari guru atau dosen bahasa Indonesia. Kemampuan menyusun pembahasan tentu berkaitan dengan kemampuan kita menyusun kalimat dan paragraf yang baik.

Pokok terpenting dalam penyusunan Bab 2 Pembahasan Karya Tulis tersebut adalah menjelaskan berbagai hasil penelitian yang kita dapat. Jadi tidak mungkin bagian pembahasan ini bisa sama dengan orang lain meskipun tema yang dibahas sama.