Contoh Makalah Daur Sulfur Lengkap

Ditulis oleh: Contoh Karya Tulis -
Advertisement
Contoh Makalah Daur Sulfur Lengkap - Hal sederhana pun jika terlalu dianggap sulit biasanya akan menjadi rumit contohnya dalam penyusunan sebuah makalah. Sebenarnya, menyusun atau membuat makalah adalah hal yang tidak rumit dan bisa dikerjakan dengan mudah apalagi jika makalah tersebut hanya untuk latihan kita dan tidak diujikan seperti halnya dalam syarat pengambilan gelar. Bagi pelajar, penyusunan makalah seperti ini hanya sebagai sarana latihan membuat karya tulis ilmiah yang tujuan utamanya adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap materi yang di bahas dalam makalah tersebut.

Dilihat dari hal tersebut di atas maka sebenarnya kita tidak perlu takut atau pusing jika mendapatkan tugas untuk membuat sebuah karya ilmiah yaitu makalah, contohnya saat kita diminta untuk membuat makalah tentang daur sulfur. Untuk membuat makalah yang bagus mungkin kita akan membutuhkan waktu lebih lama namun tugas ini biasanya akan menitikberatkan pada pemahaman kita pada materi yang di bahas. Maka dari itu kita tidak perlu pusing apalagi takut salah atau takut tidak bisa. Yang terpenting, dalam menyusun makalah ini kita tahu bagaimana bentuknya dan bagaimana aturannya, itu saja.

Untuk memberikan gambaran dan bahan referensi, maka website ini sengaja akan membahas secara khusus bagaimana proses pembuatan atau penyusunan makalah mata pelajaran biologi tersebut. Disini kita akan mempelajari gambaran bentuk makalahnya, cara menyusun dan juga materi yang akan di bahas dalam tugas makalah kita tersebut.

Cara Menyusun Makalah Daur Sulfur

Supaya lebih jelas kita akan membahas terlebih dahulu mengenai bagaimana cara dalam menyusun tugas ini. Dengan mengetahui bagaimana tips dalam membuat makalah ini diharapkan kita tidak perlu stress jika mendapatkan tugas tersebut. Untuk membuat makalah ini sebenarnya caranya mudah dan tidak rumit, apalagi untuk kita yang masih pelajar. Yang penting kita mau untuk sedikit belajar mengenai bentuk dan susunan makalah yang akan kita buat tersebut.

Sudah tahu belum yang namanya makalah seperti apa dan bagaimana bentuknya? Makalah adalah karya tulis yang disusun sesuai dengan kaidah penulisan karya ilmiah. Makalah ini bisa dibagi menjadi tiga bagian yaitu pertama halaman depan, isi dan halaman pendukung. Yang dimaksud halaman depan disini adalah halaman sebelum bab pada makalah yaitu antara lain terdiri dari cover, halaman judul, kata pengantar dan daftar isi. Bagian isi makalah akan terbagi menjadi tiga bagian lagi yaitu pendahuluan, isi dan penutup. Sedangkan bagian akhir akan terdiri dari daftar pustaka dan berbagai lampiran. Untuk lebih jelas mengenai bentuk dari makalah daur sulfur ini mari kita lihat contoh daftar isi lengkap berikut!

Halaman Judul
Kata Pengantar
Daftar Isi

Bab I Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan

Bab II Pembahasan
2.1 Pengertian Daur Sulfur
2.2 Proses Daur Sulfur
2.3 Dampak Daur Sulfur

Bab III Penutup
3.1 Kesimpulan
3.2 Saran

Daftar Pustaka
Lampiran

Daftar isi di atas bisa menjadi gambaran kita bagaimana bentuk dari contoh makalah daur sulfur yang akan kita buat. Pada daftar isi tersebut dapat jelas terlihat bagaimana susunan makalah yang akan kita tulis mulai dari halaman paling atas sendiri sampai pada halaman paling belakang. Dapat juga kita lihat bahwa makalah ini akan membahas tiga hal penting mengenai daur sulfur yaitu yang meliputi pengertian, proses dan juga manfaat.

Materi Makalah Daur Sulfur

Dilihat dari susunan yang ada pada contoh daftar isi yang disertakan di atas maka dalam makalah ini kita akan membahas tiga materi yaitu pengertian daur sulfur, proses daur sulfur dan juga manfaat daur sulfur tersebut. Jadi jelas sekali dalam makalah ini kita akan menerangkan atau menjelaskan berbagai hal tersebut sesuai kemampuan kita.

Dalam memberikan penjelasan tentang materi tersebut kita membutuhkan referensi yang bisa mendukung pernyataan atau penjelasan yang kita buat. Jadi dalam penjelasan tersebut kita juga akan memasukkan kutipan dari pendapat ahli mengenai materi yang kita jelaskan. Lalu bagaimana cara kita untuk menerangkan berbagai materi tersebut? Caranya adalah dengan mempelajari terlebih dahulu berbagai materi yang akan dijelaskan. Kita cari materi kemudian mempelajarinya, setelah itu kita jelaskan sesuai dengan kemampuan kita menurut pengetahuan yang kita dapatkan tersebut.

Untuk membuat berbagai penjelasan kita lebih ilmiah maka kita juga bisa menyisipkan penjelasan ahli sebagai kutipan diantara berbagai penjelasan yang kita berikan, tidak susah bukan? Dengan begini kita tidak akan begitu membutuhkan Contoh Makalah Daur Sulfur lagi. Nah, sekarang agar tidak terlalu sulit dalam mencari referensi materi yang dibutuhkan kita bisa mempelajari rangkuman yang telah disiapkan di bawah ini. 

Daur belerang/sulfur adalah salah satu bentuk daur biogeokimia karbon. Pengertian dan definisi lain dari daur biogeokimia belerang/sulfur yaitu perubahan sulfur dari hidrogen sulfida menjadi sulfur diokasida lalu menjadi sulfat dan kembali menjadi hidrogen sulfida lagi. Sulfur dialam ditemukan dalam berbagai bentuk. Dalam tanah sulfur ditemukan dalam bentuk mineral, di udara dalam bentuk gas sulfur dioksida dan di dalam tubuh organisme sebagai penyusun protein.

Siklus sulfur di mulai dari dalam tanah, yaitu ketika ion-ion sulfat di serap oleh akar dan di metabolisme menjadi penyusun protein dalam tubuh tumbuhan. Ketika hewan dan manusia memakan tumbuhan, protein tersebut akan berpindah ketubuh manusia. Dari dalam tubuh manusia senyawa sulfur mengalami metabolisme yang sisa-sisa hasil metabolisme tersebut diuraikan oleh bakteri dalam lambung berupa gas dan dikeluarkan melalui kentut. Salah satu zat yang terkandung dalam kentut adalah sulfur. Semakin besar kandungan sulfur dalam kentut maka kentut akan semakin bau. Dalam daur belerang, mikroorganisme yang bertanggung jawab dalam setiap trasformasi adalah sebagai berikut :

1. H2S → S → SO4; bakteri sulfur tak berwarna, hijau dan ungu
2. SO4 → H2S (reduksi sulfat anaerobik), bakteri desulfovibrio
3. H2S → SO4 (Pengokaidasi sulfide aerobik); bakteri thiobacilli
4. S organik → SO4 + H2S, masing-masing mikroorganisme heterotrofik aerobik dan anaerobik

Proses rantai makanan disebut-sebut sebagai proses perpindahan sulfat, yang selanjutnya ketika semua mahluk hidup mati dan nanti akan diuraikan oleh komponen organiknya yakni bakteri. Beberapa bakteri yang terlibat dalam proses daur belerang (sulfur) adalah Desulfibrio dan Desulfomaculum yang nantinya akan berperan mereduksi sulfat menjadi sulfida dalam bentuk (H2S) atau hidrogen sulfida. Sulfida sendiri nantinya akan dimanfaatkan oleh bakteri Fotoautotrof anaerob seperti halnya Chromatium dan melepaskan sulfur serta oksigen. Bakteri kemolitotrof seperti halnya Thiobacillus yang akhirnya akan mengoksidasi menjadi bentuk sulfat.

Sulfur terjadi akibat dari proses terjadinya pembakaran bahan bakar fosil batu bara atau terjadi akibat adanya aktivitas gunung berapi, lalu asapnya itu akan naik ke atmosfer, atau udara sulfur oksida itu akan berada di awan yang menjadi hidrolidid air membentuk H2SO4, awan akan mengalami kondensasi yang akhirnya menurunkan hujan yang dikenal dengan hujan asam.

Air hujan itu akan masuk kedalam tanah yang akan diubah menjadi Sulfat yang sangat peting untuk tumbuhan. Sulfat hanya terdapat dalam bentuk anorganik (SO4), sulfat ini yang mampu berpindah dari bumi atau alam ketubuh tanaman/ tumbuhan melalui penyerapan sulfat oleh akar .Sulfur akan direduksi oleh bakteri menjadi sulfida dan berbentuk sulfur dioksida atau hidrogen sulfida. Untuk lebih jelasnya mari perhatikan proses daur sulfur berikut!
  1. Erupsi gunung api, kendaraan bermotor dan pabrik yang menggunakan bahan bakar fosil menghasilkan gas sulfur ke udara seperti H2S, dimetil sulfida (CH3SCH3), SO2, dan SO4. 
  2. Gas-gas yang mengandung sulfur di atmosfer bereaksi dengan awan dan turun bersama hujan dalam bentuk ion-ion sulfat. Peristiwa ini disebut dengan hujan asam. Hujan asam memiliki pH rendah dibawah 5,7. Awas! Hujan asam bersifat korosif pada bangunan dan logam. Kandungan sulfat yang tinggi pada hujan asam dapat mengancam kehidupan organisme. Banyak organisme terutama tumbuhan mati karena hujan asam.
  3. Tumbuhan menyerap sulfat anorganik dari dalam tanah dan menggunakannya untuk mensintesa protein. Sementara itu hewan mendapatkan kebutuhan sulfat organik dengan memakan tumbuhan (melalui rantai makanan).
  4. Baik hewan maupun tumbuhan akan mati dan jasadnya diurai oleh dekomposer. Sisa jasad hewan dan tumbuhan yang mati secara aerob terurai membentuk sulfat anorganik lagi. 
  5. Bila proses penguraiannya terjadi secara anaerob maka akan terbentuk senyawa sulfida yang busuk dan beracun. Senyawa busuk ini juga dihasilkan secara anaerob dari reduksi sulfat oleh bakteri sulfur. Contoh bakteri sulfur misalnya Sulfolobus sp., jenis bakteri termofilik yang suka hidup di habitat ekstrim dengan suhu 60°-80°C (hidup di mata air belerang).
  6. Ada juga bakteri yang merugikan kesuburan tanah karena mengubah sulfat menjadi asam sulfida sampai menjadi belerang. Proses ini dikenal dengan desulfurikasi. Contoh bakteri yang tersebut adalah Spirrillum desulfuricant. 
  7. Jasad mati makhluk hidup yang tertimbun selama berjuta-juta tahun menjadi bahan bakar fosil yang mengandung sulfur. Gas sulfur akan dihasilkan tiap kali terjadi bahan bakar fosil digunakan.
  8. Sulfat yang larut di perairan juga bisa naik ke atmosfer saat terjadi penguapan (daur hidrologi). 



Lalu bagaimana dengan fungsi Siklus Sulfur itu sendiri? Siklus atau daur ini memiliki fungsi tertentu yaitu pertama adalah untuk membantu pembentukan butir hijau daun sehingga daun menjadi lebih hijau. Kedua untuk menambah kandungan protein dan vitamin hasil panen, dan meningkatkan jumlah anak yang menghasilkan (pada tanaman padi). Selain itu daur sulfur juga berperan penting pada proses pembulatan zat gula, memperbaiki warna, aroma, dan kelenturan daun tembakau ( khusus pada tembakau omprongan) dan memperbaiki aroma, mengurangi penyusutan selama penyimpangan, memperbesar umbi dan bawang merah.

Sedangkan untuk dampak Sulfur sendiri akan terbagi menjadi dua bagian yaitu dampak positif dan juga dampak dari sisi negatif. Untuk dampak positif, belerang dapat digunakan untuk industry kertas sulfit, pupuk, fungisida, mensterilkan alat pengasap, dan untuk memutihkan buah kering dan , merupakan insulator yang baik. Sedangkan dampak negatifnya yaitu yaitu pencemaran udara dan merusak atmosfer.

Dengan berakhirnya sedikit ringkasan materi di atas maka lengkap sudah pembahasan kita tentang Contoh Makalah Daur Sulfur Lengkap ini. Semoga dan mudah-mudahan pembahasan ini bisa menambah pengetahuan kita semua dalam membuat makalah serta dalam memahami tentang daur sulfur. Itu saja, selamat menyusun makalah ini dan semoga sukses!